Pengikut

Selasa, 1 Februari 2011

Penyair mabuk dan sajak-sajak buruk

Layaknya satu malam yang indah
dihiasi teruk oleh penyair-penyair yang 'mabuk'
merdu lagunya adalah sajak-sajak yang 'buruk'


(ii)
Kamilah penyair-penyair yang 'mabuk' itu!
payah berjalan dengan nama kemanusiaan
yang telah ditakuk-takukkan dengan nama kemodenan
terpinggir terbuang tak terlayan
jatuh tenggelam timbul nafas kesemputan
sayu lagu puisi layu berlagu
detik sajak yang pelik dipekik

kamilah penyair-penyair yang 'mabuk' itu!
mabuk dengan arak kekecewaan
kerana sajak-sajak 'buruk' kami yang ditolak
kamilah penerus warisan yang dikambus kehampaan
punya pemikiran untuk digema sepanjang zaman
bukan sekadar dicetak berulang kali
untuk disimpan mati di rak buku sendiri

O layaknya satu malam yang indah
untuk dirai sesama kita sendiri
teruskanlah sajak-sajak yang 'buruk'
teruskanlah lagu-lagu puisi yang 'teruk'
walau hanya sesama kita sendiri yang memahami
(lalu aku berkata pada diri sendiri
bukankah kedegilan kami sesuatu yang romantik?)

-s.syahmi-

Tiada ulasan:

Catat Komen

Jumlah Paparan Halaman